Hari Ini dan Membaca Ulang Etika Politik Romo Magnis

Tulisan ini adalah tugas akhir saya dari kuliah Filsafat Sosial-Politik yang diampu oleh Romo Magnis di STF Driyakara. Pendahuluan Pada 12 Maret 2026 publik dikejutkan oleh sebuah peristiwa yang seharusnya tidak terjadi di negara yang mengaku demokratis dan berbudaya. Andrie Yunus, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) dan Wakil Koordinator Kontras (Komisi untuk Orang Hilang […]

Bagaimana Mesin Waktu Bekerja: Djokolelono Terlontar ke Masa Silam

Tahun 1971 di Indonesia, seorang penulis membayangkan bagaimana mesin waktu bekerja. Penulis itu adalah Djokolelono dengan karyanya Terlontar ke Masa Silam (1971). Ia aktif menghasilkan karya pada dekade 1970 – 1980-an di Indonesia. Selain menghasilkan buku cerita untuk anak dan juga dikenal dengan karya-karya fiksi sainsnya seperti seri Penjelajah Antariksa. Karya-karya fiksi sains Djokolelono adalah […]

Lanskap Horor VIII: Dekade 1980an Yang Belum Berakhir

Salah satu fenomena menarik dalam film horor Indonesia kontemporer adalah kembalinya sensasi horor yang datang dari dekade 1980an. Kita melihat produksi ulang film seperti Bayi Ajaib dan puncaknya tergambar dalam rekonstruksi sosok Suzzana, salah satu ikon horor Indonesia yang juga turut dibentuk oleh dekade 1980an, yang dihadirkan kembali melalui seri film Suzzanna yang diperankan oleh […]

Peta Kepunahan ala Oxford dan Jalan Pulang ala Indonesia

Manusia bukan hanya rapuh namun juga masih remaja dalam hitungan kosmis. Ada dua buku yang mencoba mengotopsi kenaifan yang datang dari keremajaan tersebut. Buku-buku ini lahir dari para penulis dengan dua latar disiplin yang berbeda tapi menyajikan gelisah yang sama, mengenai risiko kepunahan manusia atau existential risk. Buku pertama adalah The Precipice (Hachette Book, 2020) […]

Tanah Air Fieldnotes: Catatan Pinggir Dari Pesisir Jakarta

Kamal Muara – Pantai Indah Kapuk “What it means to be a man. In a city. In a century. In transition. In a mass. Transformed by science. Under organized power. Subject to tremendous controls. In a condition caused by mechanization.” – Saul Bellow Tulisan ini hadir dari eksplorasi Post-Utopia di area pesisir Jakarta dalam rangka […]

Tanah Air The Present Future of a Sunken Civilization (Narrative Summary)

Tanah • Air ______________ (noun)  Literally ‘Land & Water’, the Indonesian term for homeland.  “Water Land” or “Land characterised by water” _______________   A narrative fiction exploring the meaning of ‘land’ in the context of a traditionally agrarian society confronting the realities of climate change on a rapidly disappearing coastline. As cities across the North […]

Asia Baru 2065 [The Creator, 2023]

Dalam film The Creator (2023), Gareth Edwards membayangkan sebuah Asia yang baru di tahun 2065. Asia Baru atau dalam film disebut sebagai New Asia menjadi latar dari cerita The Creator dan tampil secara karikatural. New Asia adalah benteng pertahanan terakhir bagi para robot AI yang disebut ‘simulant’ yang diperangi oleh sebagian besar negara “barat” terutama Amerika […]

Lanskap Horor VII: Sundelbolong Patriotik dan Manusia Setan di Telaga Angker (1984)

Tahun 1984 menghantarkan kita pada penampilan kedua Sundelbolong dalam film garapan Sisworo Gautama Putra yang lain yaitu Telaga Angker (1984). Telaga Angker mungkin adalah film Garapan Sisworo yang paling moralistik, kita bisa melihat sosok Sundelbolong yang penuh dengan pesan-pesan moral laiknya instruktur penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) di jaman Orde Baru (Orba). Film […]

Lanskap Horor VI: Kemunculan Awal Sundelbolong (1981)

Melalui filmnya yang berjudul sama yaitu Sundelbolong (1981), Sisworo Gautama Putra mengangkat sosok Sundelbolong pertama kali ke layar lebar. Sundelbolong sendiri merupakan legenda rakyat yang hidup cukup tua dari mulut ke mulut, konon jejaknya dapat ditelusuri hingga jaman kolonial. Berbeda dengan sosok hantu perempuan lain semacam kuntilanak, Sundelbolong memegang posisi moral patriarkis melalui cerita latar […]

Lanskap Horor V: Dukun Lintah (1981)

Film Dukun Lintah (Ackyl Anwari, 1981) langsung dimulai dengan adegan sang dukun (A.N. Alcaff) yang sedang merapal mantra. Adegan lalu beralih kepada iring-iringan pengantin yang melewati jalan hutan-hutan desa. Ternyata rombongan ini merupakan target serangan sang dukun. Tidak ada motif atau alasan yang terungkap kenapa sang dukun menyerang rombongan beserta pasangan pengantinnya, adegan awal ini […]